Oleh: salimisme | Mei 20, 2008

sebuah perenungan

kawan, aku sering merenung sendiri, bertanya-tanya sendiri dalam hati… ke manakah arah hidupku ini? aku cenderung pesimistis, pesimis bisa mengarungi hidup ini dengan baik. sungguh berat untuk bisa mengemban amanah di muka bumi ini. ya, pesimis seringkali menghalangi ayunan langkah kaki kita menapak kehidupan. but, ternyata banyak sekali hal yang bisa mengubah semuanya. saat aku membaca “sang pemimpi”nya Andrea Hirata (ngefans sih) kutemui deretan kata-kata bahwa “pesimis tak ubahnya sifat sombong mendahului nasib”, ya pesimis bisa membunuhmu perlahan-lahan! meninggalkanmu dalam jurang keterpurukan nan teramat dalam. aku jadi tak ingin pesimis. meski hidup tak lebih dari menjalani di atas rodaNya. kita diperbolehkan bermimpi, setinggi mungkin. gilakah? tidak… itu adalah proses. Tuhan menyukai proses, hasil hanyalah penyemangat.

optimis, optimis, optimis, kali ini bolehlah ditautkan dengan kondisi negara tercinta kita. saat kondisi tak memungkinkan seperti ini, kita masih bisa untuk terus bermimpi kawan… bermimpi bahwa esok psti akan lebih baik, bahwa mentari akan bersinar lebih terang di atas kita.

ah kok jadi ngelantur ke mana-mana, udahlah, ngurus diri sendiri dulu aja… perbaiki diri, buang tuh si pesimis jauh-jauh. ngantuk…tidur dulu ya, c u nek tem… hoooah :

Oleh: salimisme | Mei 14, 2008

selamat pagi, dunia…

pagi yang indah, pagi yang menginspirasi, pagi yang memberi segala, pagi yang menakjubkan. selamat pagi, kataku. bersyukurlah masih diberi pagi dengan segala kelebihannya. terbangun, tersadar dari semu mimpi, terpesona pada geliat alam, terpaku dengan sinar mentari. memuji Tuhan, memulai hari. selamat pagi. kubuka lembaran ini dengan di hari yang cerah (bukan untuk jiwa yang sepi), kuawali…selamat pagi agak siang nding semuaaa…!!!

« Newer Posts

Kategori