Hari-hari terakhir ini sungguh melelahkan. fiuuh. berbagai aktivitas membelenggu raga. tak sejenak pun nurani hampir tersapa. Kata orang ini adalah seni kuliah. penuh perjuangan, lelah, sakit, kantuk, rusak.
Di titik ini, kadang tergapai apa yang sering disebut kesadaran hakiki. Bahwa kuliah bukan untuk kebanggaan, bahwa belajar di PT bukan sesuatu yang mesti diagungkan. ada hal lain yang anehy merasuk kalbu. KESADARAN.
Kala teringat siapa yang sedang membanting tulang di persawahan, kala terlihat di tepi-tepi jalan ada orang mencuci di kali penuh limbah, kala melihat ibu-ibu tua memanggul sendiri karung goni besar berisi barang-barang bekasnya. MIRIS.
Sementara kita, aku, juga kamu, sedang berleha di sejentik kepenatan tiada arti. ada kalanya berlindung di balik kata mencari ilmu. mereguk nikmat seruput teh manis, di kantin, berongkang kaki menunjuk cakrawala. “di sanalah nasib kita ditentukan ” katamu.
memang melelahkan, mas salim, tapi bagaimanapun juga itu mesti dijalani. berlelah2 dahulu, bersenang2 kemudian, hehehehe
saya juga setuju tuh mas bahwa kuliah sebenarnya bukan semata2 utk gengsi dan harga diri, melainkan utk membuka kesadaran diri terhadap berbagai persoalan hidup dan kehidupan.
Oleh: Sawali Tuhusetya on Juni 26, 2008
at 11:44 am
lelah sih lelah tapi kesehatan tetep di perhatikan,OK!!!!!!!!!!!
Oleh: ana on Agustus 15, 2008
at 7:46 am