Oleh: salimisme | Mei 20, 2008

Perayaan Harkitnas dan Perayaan Lapar

tadi malam, sempet lihat TV tentang perayaan harkitnas di stadion Gelora Bung Karno, sambil maem dan ngerumpi ama temen kos. walhasil, kami terkagum-kagum dengan perhelatan akbar itu. wualah, berapa ribu jiwa menghadiri acara itu, meriah, gegap gempita. koreografi yang busyet indahnya, serasi, selaras, dan tenggang rasa (kaya PPKN aja).

tapi guys…di balik itu saya menjadi sedikit terenyuh juga. ada temen nyeletuk (kalo ga salah Pak Ratno) “coba yang dishoot jangan perayaan itu saja, coba wajah-wajah kelaparan di luar GBK, wajah-wajah kemiskinan di tepi-tepi jalan, wajah-wajah keprihatinan di tengah isu naiknya BBM.”

bener banget kan? perayaan itu tentu menelan biaya tak sedikit. gimana kalau dibuat program padat karya misale? buat nyumbang panti-panti (asal bukan panti pijat plus lagi). itulah salah satu paradoks di negeri kita ini. kemiskinan, kebodohan bertebaran di mana-mana, tapi seolah kita dibuat nggak sadar (subyektif ya?) bahwa itu sudah mewabah di negeri ini. kita dicekoki dengan berbagai gelimang fantasi yang jauh mengawang. so, can we realize?


Tanggapan

  1. setuju tuh,tp sayang jarang yang menyadarinya. manusia kebanyakan egois, saya contohnya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori