Ngapunten, mohon maaf, mungkin untuk waktu yang teramat lama saya tidak memposting tulisan dulu. ini terkait dengan tugas negara yang harus dilaksanakan, weleh. tapi memang bener kok. saya harus mengikuti KKN PBA yang diadakan universitas tempat saya bernaung. ya…ada sebulanan lebih lah. jadi, untuk semua yang menggemari saya, hehehe, boleh deh kecewa dulu. mohon doanya agar selamat sejahtera selalu.
Juni 26, 2008
Hari Yang Lelah
Hari-hari terakhir ini sungguh melelahkan. fiuuh. berbagai aktivitas membelenggu raga. tak sejenak pun nurani hampir tersapa. Kata orang ini adalah seni kuliah. penuh perjuangan, lelah, sakit, kantuk, rusak.
Di titik ini, kadang tergapai apa yang sering disebut kesadaran hakiki. Bahwa kuliah bukan untuk kebanggaan, bahwa belajar di PT bukan sesuatu yang mesti diagungkan. ada hal lain yang anehy merasuk kalbu. KESADARAN.
Kala teringat siapa yang sedang membanting tulang di persawahan, kala terlihat di tepi-tepi jalan ada orang mencuci di kali penuh limbah, kala melihat ibu-ibu tua memanggul sendiri karung goni besar berisi barang-barang bekasnya. MIRIS.
Sementara kita, aku, juga kamu, sedang berleha di sejentik kepenatan tiada arti. ada kalanya berlindung di balik kata mencari ilmu. mereguk nikmat seruput teh manis, di kantin, berongkang kaki menunjuk cakrawala. “di sanalah nasib kita ditentukan ” katamu.
Juni 12, 2008
Mei 28, 2008
Mei 20, 2008
sebuah perenungan
kawan, aku sering merenung sendiri, bertanya-tanya sendiri dalam hati… ke manakah arah hidupku ini? aku cenderung pesimistis, pesimis bisa mengarungi hidup ini dengan baik. sungguh berat untuk bisa mengemban amanah di muka bumi ini. ya, pesimis seringkali menghalangi ayunan langkah kaki kita menapak kehidupan. but, ternyata banyak sekali hal yang bisa mengubah semuanya. saat aku membaca “sang pemimpi”nya Andrea Hirata (ngefans sih) kutemui deretan kata-kata bahwa “pesimis tak ubahnya sifat sombong mendahului nasib”, ya pesimis bisa membunuhmu perlahan-lahan! meninggalkanmu dalam jurang keterpurukan nan teramat dalam. aku jadi tak ingin pesimis. meski hidup tak lebih dari menjalani di atas rodaNya. kita diperbolehkan bermimpi, setinggi mungkin. gilakah? tidak… itu adalah proses. Tuhan menyukai proses, hasil hanyalah penyemangat.
optimis, optimis, optimis, kali ini bolehlah ditautkan dengan kondisi negara tercinta kita. saat kondisi tak memungkinkan seperti ini, kita masih bisa untuk terus bermimpi kawan… bermimpi bahwa esok psti akan lebih baik, bahwa mentari akan bersinar lebih terang di atas kita.
ah kok jadi ngelantur ke mana-mana, udahlah, ngurus diri sendiri dulu aja… perbaiki diri, buang tuh si pesimis jauh-jauh. ngantuk…tidur dulu ya, c u nek tem… hoooah :
Mei 14, 2008
selamat pagi, dunia…
pagi yang indah, pagi yang menginspirasi, pagi yang memberi segala, pagi yang menakjubkan. selamat pagi, kataku. bersyukurlah masih diberi pagi dengan segala kelebihannya. terbangun, tersadar dari semu mimpi, terpesona pada geliat alam, terpaku dengan sinar mentari. memuji Tuhan, memulai hari. selamat pagi. kubuka lembaran ini dengan di hari yang cerah (bukan untuk jiwa yang sepi), kuawali…selamat pagi agak siang nding semuaaa…!!!
